DAFTAR PERTANYAAN DAN JAWABAN KELOMPOK 1 (MATERI BAB 1 SD BAB 3 BUKU PEMASARAN STRATEGIK: STRATEGI UNTUK PERTUMBUHAN PERUSAHAAN DALAM PENCIPTAAN NILAI BAGI PEMEGANG SAHAM)

DAFTAR PERTANYAAN DAN JAWABAN KELOMPOK 1

(MATERI BAB 1 SD BAB 3 BUKU PEMASARAN STRATEGIK: STRATEGI UNTUK PERTUMBUHAN PERUSAHAAN DALAM PENCIPTAAN NILAI BAGI PEMEGANG SAHAM)

 

 

 

  1. A.   Pertanyaan yang Diajukan di Dalam Kelas:
    1. 1.    Rita Berlis (P056110203.38E, Kelompok 2)

Pertanyaan:

Dalam presentasi dicontohkan Splash of Fruit dari Aqua sebagai produk gagal. Mengapa produk ini gagal di pasaran?

 

Jawaban:

Produsen Aqua meluncurkan Aqua Splash of Fruit pada tahun 2004. Penjualan produk ini awalnya bagus, namun kemudian menurun. Diperkirakan produk ini gagal karena:

  • Kurangnya sosialisasi penanganan produk ini, yaitu seharusnya diperlakukan sebagai beverages (disimpan di dalam almari atau kotak pendingin) dan bukan sebagai air minum dalam kemasan yang bisa dipajang di tempat terbuka.
  • Konsumen menganggap produk ini hanya memberikan nilai sebagai air minum yang diberikan tambahan rasa buah.

 

  1. 2.    Yoshi Nadia Wiranatadjaja (P056110273.38E, Kelompok 3)

Pertanyaan:

Apa yang dimaksud dengan “Saluran Distribusi Modern”?

 

Jawaban:

Yaitu saluran distribusi yang bertumpu pada dukungan teknologi informasi, komputer dan internet. Dengan sarana ini produsen bisa secara langsung menjangkau konsumen akhir dan memangkas beberapa jalur distribusi, sehingga upaya distribusi produk dapat dilaksanakan dengan jauh lebih efisien dan efektif. Contoh yang fenomenal adalah layanan pemesanan produk pada Dell (produsen komputer) melalui internet dengan memberikan kesempatan kepada pelanggan untuk menentukan sendiri spesifikasi komponen-komponen sesuai keinginan pelanggan, yang dikenal dengan strategi mass customization.

 

  1. 3.    Mila Fauziah (P056110153.38E, Kelompok 3)

Pertanyaan:

Jelaskan mengenai Strategi Depositioning dan Strategi Repositioning ? Mohon berikan contohnya.

Jawaban:

1)    Mengacu kepada buku Pemasaran Strategik: Strategi untuk Pertumbuhan Perusahaan dalam Penciptaan Nilai bagi Pemegang Saham (Prof. Ujang Sumarwan dkk., 2009):

Depositioning merupakan kegiatan untuk mengganti jalinan kompetitor, tujuannya adalah untuk mengganti segmen pasar dan kegiatan ini mengharuskan pemilik merek untuk mengubah citra produk yang ada di benak konsumen. Contoh: Yamaha melakukan depositioning untuk produk Vega R-nya dari segmen menengah ke segmen ekonomis dan langsung bersaing dengan sepeda motor produksi China, Supra Fit (Honda) dan Smash (Suzuki).

Repositioning merupakan kegiatan yang melibatkan penggantian identitas produk, jalinan kompetitor yang ada, dan mengubah citra yang ada di benak konsumen. Contoh: Samsung melakukan repositioning pada tahun 1999 sampai dengan 2003 dari produsen elektronik dengan kualitas dan harga rendah menjadi produsen elektronik dengan kualitas dan harga tinggi

2)           Mengacu kepada Sumber-sumber Lain:

Adapun dari sumber-sumber lain diperoleh definisi sebagai berikut:

  • Philip Kottler, et. al. (2009):

Repositioning: redesign the product

Depositioning: alter (customer) beliefs about competitors’ brand.

 

  • Wikipedia

Re-positioning involves changing the identity of a product, relative to the identity of competing products, in the collective minds of the target market.

De-positioning involves attempting to change the identity of competing products, relative to the identity of your own product, in the collective minds of the target market.

 

  • eHow Money

Repositioning is the process of altering this image, usually in order to influence a larger target market and thereby influence the behavior of a greater number of consumers.

Depositioning is the practice of trying to devalue alternative, competing brands in the perceptions of a shared target market.

 

  • Salesopedia

Repositioning: arranging for a product or brand to occupy some other clear and distinctive position in the market and in the minds of target consumers than that which it presently occupies, repositioning may be necessary or desirable if sales expectations are not being met, or to allow for the introduction to the market of a new product or brand, or similar

Depositioning: attempting to change the beliefs of buyers about the attributes of a competitor’s product, the attempt may be especially useful in cases where buyers generally have an inflated perception of the quality of a competitor’s product

 

Mengacu kepada sumber-sumber di atas, maka dapat disimpulkan bahwa repositioning berkaitan dengan aktivitas untuk mengubah positioning suatu produk/ merek (contoh: Samsung mereposisi produknya dari kelas ekonomis menjadi kelas atas), sedangkan depositioning berkaitan dengan aktivitas untuk mengubah positioning produk/ merek kompetitor (contoh: produsen obat antinyamuk “Hit”, mencitrakan produk lain sebagai lebih mahal tetapi tidak lebih baik kualitasnya dengan pesan iklannya: “Ada nggak yang lebih baik daripada Hit? Yang lebih mahal banyak …..” serta produsen obat antinyamuk “Tigaroda” yang mencitrakan produk lain, yang dikeluarkan oleh produsen internasional, sebagai tidak efektif untuk kondisi Indonesia dengan pesan iklannya: “Nyamuk sini Cuma takut Tigaroda” )

 

  1. 4.    Prof. Ujang Sumarwan:

Pertanyaan:

Apa kelebihan dan kekurangan individual branding dengan family branding

 

Jawaban:

Individual branding memiliki risiko yang lebih kecil apabila terjadi kerusakan reputasi (yang bisa disebabkan oleh berbagai hal). Pada family branding, kerusakan reputasi pada salah satu anggota family brand dapat berdampak negatif kepada anggota family brand yang lain.

Family branding memberikan keuntungan berupa sinergi dalam brand management,sehingga  dapat dilaksanakan dengan lebih efisien dan efektif. Upaya pembangunan dan pengelolaan merek di pada family brand manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh anggota family brand, demikian juga dengan kelengkapan anggota family brand dapat memberikan tawaran solusi pemenuhan kebutuhan konsumen dengan lebih komprehensif. Pada individual branding, brand management dilakukan secara terpisah yang berarti secara relatif memerlukan upaya yang lebih besar dibandingkan pada family branding.

 

  1. B.    Pertanyaan yang Diajukan di Luar Kelas:
    1. 1.    Yudi Yusuf (P056110283, Kelompok 4)

Pertanyaan:

Tentang Brand : merk yg baik adl merk yg terlindungi dg baik. Pertanyaan : Selain mendaftarkan merk/ mematenkan, adakah cara lain untuk melindungi merk? Mengingat dlm kompetisi yg brutal skrg ini, kompetitor dengan mudahnya “memlesetkan” nama merk kita dengan merk nya untuk menangguk keuntungan. Misal Sony – menjadi Sunny, Rokok Gudang Garam, diplesetkan jadi Gudang Barang (Jateng), selain akan menjatuhkan reputasi, maka bagi konsumen “low end” senang, yang penting murah, mutu gak masalah

Jawaban:

Melindungi brand/ merek selain dengan upaya hukum bisa dilakukan antara lain dengan:

  • Memperkuat  ciri/ identitas merek sehingga sulit diimitasi oleh pesaing, dalam arti pelanggan akan langsung menyadari apabila menggunakan produk lain yang hanya mirip dengan produk yang dimaksudkannya . Misalnya dengan memberikan ciri-ciri khusus yang bisa dikenali pelanggan namun sulit ditiru produk peniru.
  • Membuat merek majemuk, baik untuk melayani berbagai segmen pelanggan serta menutup. Bahkan, produsen bisa juga melancarkan strategi “meniru sendiri produknya”, yaitu membuat merek yang mirip dengan merek utamanya  untuk menutup peluang produsen lain melakukan peniruan merek.

 

  1. 2.    Yayan Rukmana (P0561102673.38E, Kelompok 4)

Pertanyaan:

Jelaskan mengenai model distribusi produk Aqua yang mengakibatkan dampak kemacetan yang luar biasa di sekitar jalan raya Sukabumi?

Jawaban:

 

  1. 3.    Nelvy Dwiyanti (P056110173.38E, Kelompok 3)

Pertanyaan:

Idealnya sebuah perusahaan harus melakukan evaluasi berkesinambungan untuk mempertahankan kondisi pertumbuhan perusahaan tersebut. Mengapa hal tersebut perlu dilakukan dan apa alasannya ?

Jawaban:

 


 

REFERENSI

 

Sumarwan, Ujang et.al. 2009. Pemasaran Strategik: Strategi untuk Pertumbuhan Perusahaan dalam Penciptaan Nilai bagi Pemegang Saham. Inti Prima Promosindo, Jakarta.

Kottler, Philip et al. 2009. Marketing Management- an Asian Perspective, 5th Edition. Pearson Education South Asia, Singapore.

http://en.wikipedia.org/wiki/Positioning_%28marketing%29 , diakses pada tanggal 12 Maret 2012

http://www.ehow.com/about_6561090_consumer-perception-theory.html, diakses pada tanggal 12 Maret 2012

http://www.salesopedia.com/glossary?func=display&letter=R&catid=13&page=1, diakses pada tanggal 12 Maret 2012

http://www.salesopedia.com/glossary?func=view&catid=13&term=competitive+depositioning, diakses pada tanggal 12 Maret 2012

DAFTAR PERTANYAAN DAN JAWABAN KELOMPOK 1

 

DAFTAR PERTANYAAN DAN JAWABAN KELOMPOK 1

(MATERI BAB 1 SD BAB 3 BUKU PEMASARAN STRATEGIK: STRATEGI UNTUK PERTUMBUHAN PERUSAHAAN DALAM PENCIPTAAN NILAI BAGI PEMEGANG SAHAM)

 

 

 

  1. A.   Pertanyaan yang Diajukan di Dalam Kelas:
    1. 1.    Dedi Wahyudi

Pertanyaan:

Dalam presentasi dicontohkan Splash of Fruit dari Aqua sebagai produk gagal. Mengapa produk ini gagal di pasaran?

 

Jawaban:

Produsen Aqua meluncurkan Aqua Splash of Fruit pada tahun 2004. Penjualan produk ini awalnya bagus, namun kemudian menurun. Diperkirakan produk ini gagal karena:

  • Kurangnya sosialisasi penanganan produk ini, yaitu seharusnya diperlakukan sebagai beverages (disimpan di dalam almari atau kotak pendingin) dan bukan sebagai air minum dalam kemasan yang bisa dipajang di tempat terbuka.
  • Konsumen menganggap produk ini hanya memberikan nilai sebagai air minum yang diberikan tambahan rasa buah.

 

  1. 2.    Rita Berlis

Pertanyaan:

Strategi harga ada yg based market dan cost. Tapi kalao buat harga tetap dari market, market maunya murah, tp cost tinggi. Gmana nih, bisa ga? Apa komentarnya?

 

Jawaban:

strategi penentuan market based  tidak hanya berdasarkan dari sisi konsumen, tetapi juga pesaing. Sebelum produk dilaunch, perisahaan pasti adakan market survey (targeting customer), benchmark pesaing serta pricing klinik. Dari hasil ini, bisa kita evaluasi, jika ternyata produk kita gagal dari sisi cost, bisa kita declare product ini tidak feasible. Disamping itu, kedua teori itu hanya approach, tergantung kondisi riilnya. Jika produk itu hampir homogen, atau tidak ada perbedaan, maka perusahaan sebaiknya mengambil cost based pricing. Sebaliknya, jika produk masih terbuka kemungkinan untuk spesialisasi (differensiasi) dimana masih bisa ada value add yg diberikan dengan penambahan feature baru, maka pendekatan market based bisa diaplikasikan.

 

  1. 3.    IGW Anatyayoga

Pertanyaan:

Apakah dengan semakin pintar konsumen, mereka makin sensitif terhadap harga?

 

Jawaban:

Bukan semata2 terhadap harga, tp terhdap value dari suati produk. Untuk produk2 prestis, mungkin harga makin tinggi, its OK. Akan tetapi untuk produk functional, konsumen, seiring dengan pengetahuan konsumen, mereka akan kmakin kritis terhadap ttingkat harga. Artinya kalau harga direasa tidak logis, konsumen tidak akan beli. Kondisi ini dimisalkan keitika prod masih baru (ex internet pda awal 2000), masih mahal karena 1. Operator dikit dan 2. Pengetahuan konsumen ttg inet masih terbatas. Tp seiring waktu, makin banyak pemain masuk dengan tingkat harga yg lebih kompetitif, serta pengetahuan konsumen tentang produk yg lebih baik, maka konsumen akan makin kritis terhadap harga mahal yang diluar kewajaran.

 

  1. 4.    Erdiasa Nursaman

Pertanyaan:

Jika kita mendistribusikan sebuah produk ke suatu pasar, terdapat dua pilihan sistem yang dapat digunakan. Pertama, memanfaatkan sistem yang sudah ada, dan kedua, mengembangkan sistem sendiri. Sistem manakah yang sebaiknya digunakan, dan apa saja kekurangan kelebihan masing-masing sistem tersebut?

 

Jawaban:

???

 

  1. 5.    Destya D  Pradityo

Pertanyaan:

Mengenai konsep jaringan pasar. Dalam menentukan saluran distribusi, apakah menentukan market terlebih dulu, ataukah menentukan jenis barangnya? Kemudian, apakah metode yang kita pilih berpengaruh terhadap harga?

 

Jawaban:

???

 

  1. 6.    Yoshi Nadia Wiranatadjaja (P056110273.38E, Kelompok 3)

Pertanyaan:

Apa yang dimaksud dengan “Saluran Distribusi Modern”?

 

Jawaban:

Yaitu saluran distribusi yang bertumpu pada dukungan teknologi informasi, komputer dan internet. Dengan sarana ini produsen bisa secara langsung menjangkau konsumen akhir dan memangkas beberapa jalur distribusi, sehingga upaya distribusi produk dapat dilaksanakan dengan jauh lebih efisien dan efektif. Contoh yang fenomenal adalah layanan pemesanan produk pada Dell (produsen komputer) melalui internet dengan memberikan kesempatan kepada pelanggan untuk menentukan sendiri spesifikasi komponen-komponen sesuai keinginan pelanggan, yang dikenal dengan strategi mass customization.

 

  1. 7.    Mila Fauziah (P056110153.38E, Kelompok 3)

Pertanyaan:

Jelaskan mengenai Strategi Depositioning dan Strategi Repositioning ? Mohon berikan contohnya.

Jawaban:

1)    Mengacu kepada buku Pemasaran Strategik: Strategi untuk Pertumbuhan Perusahaan dalam Penciptaan Nilai bagi Pemegang Saham (Prof. Ujang Sumarwan dkk., 2009):

Depositioning merupakan kegiatan untuk mengganti jalinan kompetitor, tujuannya adalah untuk mengganti segmen pasar dan kegiatan ini mengharuskan pemilik merek untuk mengubah citra produk yang ada di benak konsumen. Contoh: Yamaha melakukan depositioning untuk produk Vega R-nya dari segmen menengah ke segmen ekonomis dan langsung bersaing dengan sepeda motor produksi China, Supra Fit (Honda) dan Smash (Suzuki).

Repositioning merupakan kegiatan yang melibatkan penggantian identitas produk, jalinan kompetitor yang ada, dan mengubah citra yang ada di benak konsumen. Contoh: Samsung melakukan repositioning pada tahun 1999 sampai dengan 2003 dari produsen elektronik dengan kualitas dan harga rendah menjadi produsen elektronik dengan kualitas dan harga tinggi

2)           Mengacu kepada Sumber-sumber Lain:

Adapun dari sumber-sumber lain diperoleh definisi sebagai berikut:

  • Philip Kottler, et. al. (2009):

Repositioning: redesign the product

Depositioning: alter (customer) beliefs about competitors’ brand.

 

  • Wikipedia

Re-positioning involves changing the identity of a product, relative to the identity of competing products, in the collective minds of the target market.

De-positioning involves attempting to change the identity of competing products, relative to the identity of your own product, in the collective minds of the target market.

 

  • eHow Money

Repositioning is the process of altering this image, usually in order to influence a larger target market and thereby influence the behavior of a greater number of consumers.

Depositioning is the practice of trying to devalue alternative, competing brands in the perceptions of a shared target market.

 

  • Salesopedia

Repositioning: arranging for a product or brand to occupy some other clear and distinctive position in the market and in the minds of target consumers than that which it presently occupies, repositioning may be necessary or desirable if sales expectations are not being met, or to allow for the introduction to the market of a new product or brand, or similar

Depositioning: attempting to change the beliefs of buyers about the attributes of a competitor’s product, the attempt may be especially useful in cases where buyers generally have an inflated perception of the quality of a competitor’s product

 

Mengacu kepada sumber-sumber di atas, maka dapat disimpulkan bahwa repositioning berkaitan dengan aktivitas untuk mengubah positioning suatu produk/ merek (contoh: Samsung mereposisi produknya dari kelas ekonomis menjadi kelas atas), sedangkan depositioning berkaitan dengan aktivitas untuk mengubah positioning produk/ merek kompetitor (contoh: produsen obat antinyamuk “Hit”, mencitrakan produk lain sebagai lebih mahal tetapi tidak lebih baik kualitasnya dengan pesan iklannya: “Ada nggak yang lebih baik daripada Hit? Yang lebih mahal banyak …..” serta produsen obat antinyamuk “Tigaroda” yang mencitrakan produk lain, yang dikeluarkan oleh produsen internasional, sebagai tidak efektif untuk kondisi Indonesia dengan pesan iklannya: “Nyamuk sini Cuma takut Tigaroda” )

 

  1. 8.    Prof. Ujang Sumarwan:

Pertanyaan:

Apa kelebihan dan kekurangan individual branding dengan family branding

 

Jawaban:

Individual branding memiliki risiko yang lebih kecil apabila terjadi kerusakan reputasi (yang bisa disebabkan oleh berbagai hal). Pada family branding, kerusakan reputasi pada salah satu anggota family brand dapat berdampak negatif kepada anggota family brand yang lain.

Family branding memberikan keuntungan berupa sinergi dalam brand management,sehingga  dapat dilaksanakan dengan lebih efisien dan efektif. Upaya pembangunan dan pengelolaan merek di pada family brand manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh anggota family brand, demikian juga dengan kelengkapan anggota family brand dapat memberikan tawaran solusi pemenuhan kebutuhan konsumen dengan lebih komprehensif. Pada individual branding, brand management dilakukan secara terpisah yang berarti secara relatif memerlukan upaya yang lebih besar dibandingkan pada family branding.

 

  1. B.    Pertanyaan yang Diajukan di Luar Kelas:
    1. 1.    Yudi Yusuf (P056110283, Kelompok 4)

Pertanyaan:

Tentang Brand : merk yg baik adl merk yg terlindungi dg baik. Pertanyaan : Selain mendaftarkan merk/ mematenkan, adakah cara lain untuk melindungi merk? Mengingat dlm kompetisi yg brutal skrg ini, kompetitor dengan mudahnya “memlesetkan” nama merk kita dengan merk nya untuk menangguk keuntungan. Misal Sony – menjadi Sunny, Rokok Gudang Garam, diplesetkan jadi Gudang Barang (Jateng), selain akan menjatuhkan reputasi, maka bagi konsumen “low end” senang, yang penting murah, mutu gak masalah

Jawaban:

Melindungi brand/ merek selain dengan upaya hukum bisa dilakukan antara lain dengan:

  • Memperkuat  ciri/ identitas merek sehingga sulit diimitasi oleh pesaing, dalam arti pelanggan akan langsung menyadari apabila menggunakan produk lain yang hanya mirip dengan produk yang dimaksudkannya . Misalnya dengan memberikan ciri-ciri khusus yang bisa dikenali pelanggan namun sulit ditiru produk peniru.
  • Membuat merek majemuk, baik untuk melayani berbagai segmen pelanggan serta menutup. Bahkan, produsen bisa juga melancarkan strategi “meniru sendiri produknya”, yaitu membuat merek yang mirip dengan merek utamanya  untuk menutup peluang produsen lain melakukan peniruan merek.

 

  1. 2.    Yayan Rukmana (P0561102673.38E, Kelompok 4)

Pertanyaan:

Jelaskan mengenai model distribusi produk Aqua yang mengakibatkan dampak kemacetan yang luar biasa di sekitar jalan raya Sukabumi?

Jawaban:

 

  1. 3.    Nelvy Dwiyanti (P056110173.38E, Kelompok 3)

Pertanyaan:

Idealnya sebuah perusahaan harus melakukan evaluasi berkesinambungan untuk mempertahankan kondisi pertumbuhan perusahaan tersebut. Mengapa hal tersebut perlu dilakukan dan apa alasannya ?

Jawaban:

 


 

REFERENSI

 

Sumarwan, Ujang et.al. 2009. Pemasaran Strategik: Strategi untuk Pertumbuhan Perusahaan dalam Penciptaan Nilai bagi Pemegang Saham. Inti Prima Promosindo, Jakarta.

Kottler, Philip et al. 2009. Marketing Management- an Asian Perspective, 5th Edition. Pearson Education South Asia, Singapore.

http://en.wikipedia.org/wiki/Positioning_%28marketing%29 , diakses pada tanggal 12 Maret 2012

http://www.ehow.com/about_6561090_consumer-perception-theory.html, diakses pada tanggal 12 Maret 2012

http://www.salesopedia.com/glossary?func=display&letter=R&catid=13&page=1, diakses pada tanggal 12 Maret 2012

http://www.salesopedia.com/glossary?func=view&catid=13&term=competitive+depositioning, diakses pada tanggal 12 Maret 2012

 

 

Kelompok I :

 

1. Saiful

2. Agung

3.  Kristi

4. Tari

5.  Aji

6. Bayu

7. Anshori

 

Kelompok II :

 

1. Destya

2. Yoga

3. Rangga

4. Sarah

5. Dedy

6. Rita

 

Kelompok III :

 

1. Abay

2. Denden

3. Mila

4. Nelvy

5. Yerdi

6. Yoshi

7. Hasyim

 

Kelompok IV

 

1. Arman

2. Tenten

3, Yudi

4. Yayan

5. Ridwan

6. Levis

 

TUGAS MATA KULIAH SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

Buah sukun (Artocarpus communis), sering disebut juga Breadfruit atau buah
roti. Asalnya konon berawal dari seorang pelaut Purtugis bernama Fernando de
Magallanes, yang berlayar atas nama Spanyol memimpin ekspedisi dari Eropa ke Asia,
ketika dalam pelayaran di Samudera Pasifik, mereka kehabisan bekal gandum.
Di kepulauan New Guinea Pasifik mereka menemukan buah bundar dan
mencoba memanggang buah tersebut. Setelah dimakan, ternyata rasanya seperti roti.
Jadilah buah itu disebut breadfruit. Karena kisah itu, tanaman tersebut dipercaya
berasal dari kepulauan Pasifik dan masuk ke Indonesia melalui orang-orang Spanyol
dan Portugis.
Tetapi dalam buku History of Indian Archipalago disebut bahwa buah tersebut
ditemukan oleh orang Jepang di Kepulauan Maluku, kemudian menyebar ke Jawa dan
Malaysia bagian barat hingga ke kepulauan Pasifik. Tidak heran bila sukun dianggap
tanaman asli Indonesia.

di bawah ini link file

RANCANG BANGUN PUSAT INFORMASI AGRIBISNIS BUAH SUKUN FIX

Sew What? Inc : The Role of Information Technology

Real Word Case 3

Sew What? Inc : The Role of Information Technology

 in Small Business Success

Oleh : Saiful Bahri, Kelas E-38 MB-IPB

 

  1. Teknologi informasi memberikan kontribusi terhadap kesuksesan “Sew What? Inc” , karena setelah mengggunakan web site yang diberi nama sewwinghatinc.com, “Sew What? Inc” yang tadinya hanya perusahan berkelas lokal, kini menjadi perusahaan dengan 35 pegawai dengan omzet jutaan dollar dan juga klien nya berada hampir diseluruh dunia. Dengan web site, siapa saja dan dimana saja dapat mengakses situs “Sew What? Inc” , sehingga para artis sekelas Elton John dan Madonna menggunakan jasa “Sew What? Inc”.  Pertumbuhan pendapatannya meningkat 45% dari tahun 2005 dan ditahun 2006 mengalami kenaikan 65% dibanding tahun 2005.

 

Beberapa contoh bahwa teknologi informasi (TI) memberikan nilai tambah dalam bisnis berdasarkan kasus pada “Sew What? Inc”, yaitu :

  1. “Sew What? Inc” menggunakan Web site agar bisa diakses diseluruh dunia. Akhirnya hal ini mampu merubah secara drastic performance bisnis “Sew What? Inc, yang tadinya hanya diurus secara manual dan tardisional kini menjadi perusahaan berkelas internasional.
  2. Menggunakan perangkat TI dalam memanage bisnisnya berupa Operating System  Microsoft Windows yang di tanamkan pada server Dell PowerEdge 860, Processor Inten Xeon serta penyimpanan data dengan kapasitas 146 G untuk menyimpan ribuan gambar dan file konsumen lainnya.
  3. Membangun system navigasi agar konsumen memiliki pengalaman yang mengesankan ketika mengakses “Sew What? Inc”.

 

  1. Apabila saya menjadi konsultan “Sew What? Inc”, saya akan mengusulkan agar :
    1. Menggunakan  “Hyperlink” yang ditempatkan atau dipasang pada situs-situs yang sering dibaca oleh pengguna internet. Bentuknya adalah sejenis icon (shortcut)  yang selalu muncul pada saat seseorang mengakses sebuah situs tertentu. Sehingga “Sew What? Inc akan lebih mudah dikenal, akibatnya akan  dapat menjaring konsumen sebanyak-banyaknya.
    2. Menempatkan “Sew What? Inc” untuk selalu berada pada ranking teratas dalam Search Google Engine, dengan cara memperhatikan variable seperti : Struktur URL,  Isi dari tag title dan meta,  Text dalam tag body,  tag headline, isi attribut Alt dari Image,  Arsitektur situs anda dan internal link, keseluruhan,  Link ke luar.
    3. Penggunakan perangkat IT (Hardware) yang memiliki kecepatan akses yang tinggi, Penyimpanan file dengan kapasitas yang besar minimal 500 G agar mampu menyimpan ribuan gambar, testimony customer, dan penyajian berbagai produk yang akan ditawarkan.
    4. Melakukan kerjasama “Bundling” dengan produsen Handphone atau Komputer Tab, dimana apabila seseorang membeli produk tersebut, didalamnya sudah terdapat icon “Sew What? Inc, sehingga siapapun yang membeli gadget tersebut pasti akan mengetahui “Sew What? Inc tersebut.
    5. Membuat Sistem Informasi yang friendly, baik bagi operator system maupun bagi customers nya, sebab hal ini akan memberikan sebuah pengalaman yang mengesankan bagi customers nya sehingga mereka sangat menikmati pada saat menjelajah di webb “Sew What? Inc, Sedangkan bagi operator system akan memudahkan dalam melakukan updating atau maintenance.
  2. Penggunaan Teknologi Informasi (TI) untuk membantu usaha kecil agar menjadi lebih suskses, yaitu dalam hal :
    1. Pengenalan Usaha / Profile bisnis kepada masyarakat dengan membuat website, sehingga dapat dengan mudah diakses oleh pengguna internet diseluruh dunia. Untuk itu perlu diupayakan agar website selalu berada pada ranking teratas dalam Search Google Engine, dengan cara memperhatikan relevansi variablenya pada  Struktur URL,  Isi dari tag title dan meta,  Text dalam tag body,  tag headline, isi attribut Alt dari Image,  Arsitektur situs anda dan internal link, keseluruhan,  Link ke luar
    2. Penggunaan Sistem Informasi Manajemen untuk memudahkan dan mempercepat pelayanan, yaitu denganmemasukan berbagai macam informasi yang diperlukan terkait dengan kegiatan bisnisnya, sebagai contoh pada perusahan trading, maka perlu adanya Sistem Informasi yang memudahkan Pelaku usaha dan konsumen  mengetahui dengan cepat mengenai  :

1)      Data pelanggan

2)      Data Jenis Produk

3)      Daftar harga

4)      Biaya kirim

5)      No Rekening

Sehingga perlu adanya perangkat yang menyimpan databesed tersebut diatas.

  1. Menggunakan perangkat (Hardware) maupun Operating system terkini dengan kapasitas penyimpanan yang besar agar dapat menampung databased pelanggan dalam jumlah yang banyak serta server dengan kecepatan akses yang memadai.
  2. Selanjutnya dalam pembuatan system yang baik maka harus memperhatikan beberapa hal, sebagai berikut :
  • Information must be pertinent,  Informasi harus berhubungan. Pernyataan informasi harus berhubungan dengan urusan dan masalah yang penting bagi penerima informasi (orang yang membutuhkan informasi tersebut).
  • Information must be accurate,  Informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak memiliki bias atau menyesatkan. Informasi yang dihasilkan harus mencerminkan maksudnya. Keakuratan informasi seringkali bergantung pada keadaan.
  • Information must be timely,  Informasi harus ada ketika dibutuhkan. Informasi yang datang pada penerima tidak boleh terlambat. Informasi yang sudah usang tidak akan mempunyai nilai lagi karena informasi merupakan landasan di dalam pengambilan keputusan.
  • Relevan,  5 Informasi tersebut mempunyai manfaat untuk pemakainya. Relevansi informasi untuk tiap-tiap orang yang satu dengan yang lainnya pasti berbeda.